Banana Krezz, Alternatif Oleh-oleh Wisata di Karanganyar

Kamis, 01 Januari 2026 : 22.15

0 komentar

Banana Krezz Oleh Oleh Karanganyar (Foto: TERASWISATA) 


KARANGANYAR, TERASWISATA.COM - Perjalanan wisata ke Karanganyar sering kali berakhir dengan satu pertanyaan sederhana, oleh-oleh apa yang akan dibawa pulang?


Selama bertahun-tahun, molen pisang menjadi jawaban paling umum, terutama bagi wisatawan yang singgah di kawasan Tawangmangu.

Namun kini, di jalur wisata Karanganyar, muncul alternatif oleh-oleh yang mulai banyak diburu wisatawan, yakni Banana Krezz.

Banana Krezz berasal dari Kampoeng Banana Krezz Karanganyar, usaha yang dirintis Aris Munandar pada akhir masa pandemi Covid-19. Perjalanan usaha ini tidak langsung mulus.

Sebelum Banana Krezz dikenal sebagai oleh-oleh Karanganyar, Aris sempat mengembangkan Omah Pie dan Lapis Ubi. Kedua produk tersebut akhirnya ditinggalkan karena sulit bersaing di pasar oleh-oleh Karanganyar yang sudah padat.

“Di pie kami kalah bersaing, di lapis ubi juga sudah ada pemain besar. Dari situ kami memilih memulai dari nol dengan produk yang berbeda,” kata Aris saat ditemui di Karanganyar, Kamis (1/1/2026).

Pilihan kemudian jatuh pada pisang Bawen khas Tawangmangu, salah satu wilayah wisata Karanganyar. Pisang ini dikenal manis dan padat, cocok untuk diolah.

Meski begitu, Aris tidak ingin mengikuti jejak molen pisang yang sudah lama menjadi ikon oleh-oleh Karanganyar.

Ia memilih mengolah pisang goreng dengan balutan pastry buatan sendiri, yang kemudian dikenal sebagai Banana Krezz.

Dari dapur sederhana di Karanganyar, Banana Krezz mulai diproduksi dengan kapasitas sekitar 300 boks per hari. Seiring meningkatnya arus wisata ke Karanganyar, terutama di jalur Tawangmangu–Karangpandan, jumlah tersebut terus bertambah.

Kini, produksi Banana Krezz Karanganyar rata-rata mencapai 1.000 boks per hari, dan bisa meningkat pada akhir pekan atau musim liburan sekolah.

Soal bahan baku, Kampoeng Banana Krezz Karanganyar memilih jalan tengah. Tidak semua pisang yang digunakan berasal dari pisang Bawen. Sebagian dikombinasikan dengan pisang tanduk untuk menjaga pasokan dan tidak mengganggu pelaku UMKM molen pisang di Karanganyar.

“Kalau semua ambil pisang Bawen, nanti yang lain bisa kesulitan. Kami ingin usaha di Karanganyar tumbuh bareng,” ujar Aris.

Saat ini, Kampoeng Banana Krezz Karanganyar memiliki lima gerai yang tersebar di wilayah Karanganyar. Gerai yang paling ramai berada di jalur wisata Tawangmangu–Karangpandan.

Lokasinya cukup pas untuk tempat singgah. Setelah 30 hingga 60 menit perjalanan di jalur wisata Karanganyar, banyak wisatawan memilih berhenti sejenak, minum kopi, lalu mencari oleh-oleh.

Banana Krezz Karanganyar hadir dalam lima varian rasa, mulai dari original pisang, durian, sukari, ubi, hingga cokelat.

Dengan harga sekitar Rp25.000 per boks isi enam potong, Banana Krezz cukup praktis dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari Karanganyar, baik untuk keluarga maupun rekan kerja.

Mayoritas pembeli Banana Krezz Karanganyar merupakan wisatawan luar daerah yang datang ke Karanganyar secara rombongan. Namun, ada juga wisatawan keluarga yang singgah secara spontan.

Menariknya, pada momen libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, penjualan justru cenderung melambat.

“Bus wisata ke Karanganyar berkurang, jadi pengaruhnya terasa,” kata Aris.

Bagi Kampoeng Banana Krezz Karanganyar, Banana Krezz bukan sekadar produk oleh-oleh. Menurut Pejabat Humas Kampoeng Banana Krezz Karanganyar, Aji Sudarsono, konsep yang dibangun adalah tempat singgah wisata.

“Orang capek jalan-jalan di Karanganyar, berhenti sebentar, ngopi, lalu beli oleh-oleh. Itu yang kami bangun,” ujarnya.

Selain Banana Krezz, pengunjung juga bisa menemukan berbagai olahan pisang lain, keripik pisang, bolu, hingga roti kering. Kampoeng Banana Krezz Karanganyar juga membuka ruang bagi UMKM Karanganyar untuk menitipkan produk, sehingga pilihan oleh-oleh Karanganyar semakin beragam.

Dengan konsep singgah yang sederhana, produk berbasis bahan lokal, dan lokasi di jalur wisata, Banana Krezz kini menjadi bagian dari pengalaman wisata Karanganyar.

Bukan sekadar belanja oleh-oleh, tapi jeda singkat sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri Karanganyar dan kawasan Tawangmangu.***

Share this Article

TeraswisataTV

More Stories