Lezatnya Tape Pisang, Oleh-Oleh Unik Khas Lumajang

Selasa, 24 November 2020 : 21.50

0 komentar

Biasanya warga hanya mengolah buah pisang untuk dibuat keripik atau gethuk pisang



TERASWISATA -  Tapai (tape) identik dengan kudapan berbahan dasar ketela pohon dan ketan. Namun di kawasan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ada tapai yang dibuat dari bahan baku berupa pisang. 


Ya... Dengan daya kreatifitas tinggi, buah pisang tidak selalu identik dengan olahan keripik pisang.


Banyak macam cara pengolahan yang saat ini sedang diinovasi oleh industri UMKM, khususnya di Kabupaten Lumajang.


Di sini, buah pisang tidak hanya dijadikan sebagai keripik pisang, namun juga diolah menjadi tape pisang. Salah satunya "Aroma", industri UMKM milik Toyibatur Rochma ini telah berinovasi pada pengolahan buah pisang sejak Tahun 2016 lalu.


Meski terbuat dari pisang, namun rasanya tidak kalah dengan tape yamg sudah biasa di temui di pasaran. Bahkan tape pisang ini  memiliki cita rasa khas, yang tidak dimiliki tape biasanya.


Bahan baku pisang yang digunakan juga tidak sembarangan. Hanya pisang tertentu saja yakni menggunakan jenis pisang Kepok dengan kematangan yang pas. Sehingga tekstur tape pisangnya  empuk namun tidak lunak.


Menurut Toyibatur, pembuatan tape berbahan pisang tidaklah sulit, prosesnya sama seperti pembuatan tapai pada umumnya.


Dimana pisang terlebih dahulu dipilah kadar kematangannya, kemudian dikukus. Setelah itu diberi ragi dan didiamkan selama sehari semalam.


"Tape sudah bisa dikonsumsi setelah 24 jam," paparnya dilansir dari situs Pemkab Lumajang.


Ide awal pembuatan tape berbahn pisang ini muncul karena banyaknya pisang di daerah tempat tinggal Thoyibatur.


Biasanya warga hanya mengolah buah pisang untuk dibuat keripik atau gethuk pisang (seperti di Kediri). Karena olahan yang monoton itukah dirinnya ingin mencoba pengolahan yang berbeda.


"Saya melihat potensi pisang di desa saya ini melimpah, olahannya juga itu-itu saja, akhirnya timbul di benak saya pengolahan pisang yang beda," lanjutnya.


Setelah menjadi tape pisang, dirasakan Toyibatur, pisang sedikit mengalami peningkatan nilai ekonomis.


Saat ini, tape pisang yang diproduksinya sudah memiliki pasar hingga Kabupaten Jember.


Dirinya berharap, nantinya Pemerintah Kabupaten Lumajang membantu pemasaran dari produk-produk olahan pisang miliknya. (Dia


Share this Article

TeraswisataTV

More Stories