Cabuk Rambak Kuliner khas Sekaten

Sabtu, 02 November 2019 : 19.44
SOLO- Tradisi Sekaten bukan hanya pasar malam yang menampilkan hiburan rakyat semata atau saling berebut dua pasang gunungan yang diarak oleh pihak Keraton Kasunanan dan bukan juga mendengarkan gamelan Sekaten yang di tabuh sebagai pembuka rangkaian ritual Sekatan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tapi, di Sekaten inilah anda bisa bernostaligia kembali untuk kembali mencicipi kembali jajanan dan makanan khas tempo dulu,seperti jenang. Bagi pecinta kuliner tentu tidaklah asing dengan makanan khas jawa, Jenang. Campuran kelapa yang di iris tipis semakin menambah selera saat menyantap jenang. Tak hanya jenang saja yang dijual di pasar malam sekaten, aneka makanan khas rakyat kecil inipun ada di sini. Seperti telur asin, bahkan kerak telor juga hadir di sini.

Namun ada  satu jajanan khas yang tak dapat ditemukan di kota manapun selain di Kota Solo yaitu Cabuk Rambak. Makanan khas Solo ini berisi ketupat, sambal cabuk yang terbuat dari wijen, kelapa parut yang ditumbuk menjadi satu dengan dibumbui cabai, kemiri, daun jeruk, garam, gula . kemudian di letakkan dalam pincuk daun ditambah kerupuk beras yang di sebut karak.

"Isinya  ketupat atau lontong, sambal cabuk dan kerupuk dari beras yang dalam bahasa Jawa disebut karak. Sambalnya  tidak hanya dalam cair, namun ada juga yang suka dalam keadaan masih padat," jelas Suryati salah satu penjual cabuk rambak, saat ditemui di lokasi jualannya, di Pasar Malam Sekaten, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (2/11/2019).

Seporsi cabuk rambak, harganya cukup murah, hanya Rp. 10.000 saja anda akan merasa cukup kenyang. Menurut Suryati, sebenarnya makanan ini tak hanya dijual saat sekaten saja. Setiap harinya cabuk rambak bisa dijumpai di sekitar kota Solo.Namun karena tergusur oleh makanan moderen lainnya, cabuk rambak biasannya jarang sekali dijual di pusat Kota Solo.

Saat sekaten ini banyak sekali pedagang yang menjual cabuk rambak. Tak heran penikmatnya bukan hanya warga yang berasal dari kota Solo saja namun juga dari daerah sekitarnya, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Sragen dan sebagainya.

Mayoritas warga yang menikmati cabuk rambak ini mengaku kangen dengan cita rasanya rasa gurih dan manis ciri khas masakan jawa segera memanjakan lidah penikmatnya.

"Kalau pas perayaan Sekaten, saya selalu menyempatkan untuk membeli cabuk rambak. Rasanya aneh kalau tidak mencicip makanan ini," ujar Setyaningsih, salah satu pengunjung di lesehan Suryani.

Saat ini 0 komentar :