Tradisi Mahesa Lawung dari Kraton Solo

Senin, 24 Juni 2019 : 22.30
TERAS WISATA- Masyarakat Jawa memiliki adat istiadat dan tradisi yang sangat beragam. Termasuk diwilayah Solo dan sekitarnya. Diantaranya tradisi yang berasal dari Kraton Kasunanan Surakarta. Dalam setiap tahunnya beragam event budaya rutin digelar oleh Kraton Kasunanan Surakarta.

Salah satunya adalah upacara yang  di gelar di Kraton Kasunanan Surakarta di Krendhawahana yakni  ritual budaya Mahesa Lawung. Yaitu upacara ritual adat Keraton Solo berdoa untuk memohon keselamatan agar terhindar dari segala macam mara bahaya. Dan di laksanakan setiap  hari Senin atau Kamis bulan Rabiul Akhir atau hari ke 40 di bulan Suro dalam kalender Jawa. Alas Krendawahana  terletak di Desa Krendawahana, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar atau sekitar 20 km dari Keraton Surakarta.

Keraton Surakarta Hadiningrat masih memelihara kearifan budaya yang sudah berlangsung turun temurun. Tujuannya untuk menghormati dengan sesuatu yang kasat mata. Kraton Solo sendiri mempercayai Kraton Solo dibjaga dari empat penjuru, sebelah timur ada gunung Lawu, utara ada Krendhowahono, sebelah barat ada gunung Merapi dan selatan ada pantai laut selatan.

Ritual Mahesa Lawung salah satunya dengan menanam kepala kerbau yang masih perjaka dan belum pernah di pekerjaka. Dalam upacara juga terdapat sesaji lain seperti ayam panggang, kelapa muda, nasi putih, bunga tujuh rupa dan kepala kerbau yang masih dibungkus kain putih.

Nantinya sesaji tersebut akan diletakkan di sebuah punden yang letaknya di bawah pohon beringin putih yang cukup besar. Ritual doa akan dipimpin oleh abdi dalem Kraton yang sudah di pilih. Bau harum dupa memenuhi lokasi ritual.

Usai ritual doa dan pembacaan mantra-mantra sakti, dilanjutkan memendam kepala kerbau dan sesaji yang terdiri atas barang-barang mentah lain di sekitar punden.

Sedangkan sesaji nasi uduk, gudangan, jajan pasar, dan lainnya dibagikan kepada para pengunjung yang hadir dalam upacara itu. Ada kepercayaan, barang siapa bisa mendapatkan atau memakan barang-barang yang digunakan untuk sesaji itu, apa yang diinginkan kemungkinan besar akan terkabul (dia)

Saat ini 0 komentar :