Tingkatkan Trend Kopi, BEKRAF Beri Pelatihan Pada Barista Dan Pemilik Kuliner Kopi

Selasa, 24 Juli 2018 : 17.30
TERASWISATA - Tren menikmati  kopi di saat ini sudah menjelma sebagai gaya hidup. Kedai-kedai kopi bermunculan dengan menawarkan rasa otentik dari aneka ragam kopi nusantara. Dan biasanya pengelolanya berasal dari generasi muda.

Melihat pesatnya industri kreatif kedai kopi ini Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) memberikan pembinaan kepada pelaku ekonomi kreatif terkait industri warung kopi yang ada di Karanganyar yang berlangsung di Hotal Nava Tawangmangu, Selasa (24/07/018).

Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Poppy Savitri, mengatakan, berkembangnya usaha dalam bidang kedai dan cafe kopi ini terlihat bahwa trend kopi ini  sudah menjadi gaya hidup dan bukan  hanya sekedar barang komoditas.

"Sebagai salah satu negara penghasil  kopi  terbaik  di  dunia, pemerintah melalui  BEKRAF berupaya memaksimalkan potensi kopi Indonesia menjadi gaya hidup agar ekosistem industri kopi menjadi semakin kuat," paparnya.

Untuk itulah BEKRAF, berupaya memberikan edukasi kepada para pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner khususnya kopi tentang bagaiamana cara mengembangkan usahanya,  konsep  untuk pembukaan kedai kopi atau kafe, desain yang menarik untuk tempat usaha dan produk  menarik, pemasaran yang efektif, serta pengelolaan secara profesional.

Hal yang sama dikatakan anggota DPR RI, Laila Istiana. Menurutnya, kopi ini sudah menjadi budaya di Indonesia dan tidak hanya di juak di cafe namun juga dijual di warung pinggir jalan.

“Tentunya itu sangat membanggakan Berkembangnya berbagai warung kopi yang dikelola secara professional, akan berdampak pada penegembangan sector alam, sektor pariwisata dan pengembangan sector ekomomi kreatif khususnya dari kalangan muda. Itu patut kita dorong," ungkap Laila.

Sementara itu, Eddy Panggabean, Ketua Masyarakat Kopi Indonesia sebut jika keberadaan barista (peracik kopi) kini menjadi trend baru. Agar pengetahuan barista makin terasah diperlukan pelatihan dan standarisasi sesuai dengan bidangnya.

Dirinya akan berbagi cerita dan pengalaman bagiamana meningkatkan kemampuan pemilik kedai kopi dan barista dalam meracik kopi. Baik dari segi pemilihan bahan, prosesnya  hingga ke penyajian dan yang utama adalah cita rasanya.

"Patihan ini sebagai upaya meningkatkan skill peserta dalam meracik kopi dengan fokus pada 12 (dua belas) unit kompetensi yang berakitan dengan peningkatan kemampuan dalam meracik kopi," paparnya.

Menurutnya, seorang pengegelola atau barista kopi harus mampu mengelola bahan baku, mengelola peralatan dan perlengkapan, mengelola area kerja, menangani pelanggan, mengoperasikan peralatan dan memutakhirkan pengetahuan tentang kopi.

"Harapannya dengan kita sharing di sini dapat memberi nilai tambah serta standarisasi bagi para pelaku kreatif di bidang kopi dalam menyajikannya di kedai - kedai, atau cafe kopi dengan brand asal Indonesia," tutupnya. (Dian)

Saat ini 0 komentar :