Peduli Batik Tradisional, Sanggar Batik Andhaka Ajari Anak Batik Tradisional

Jumat, 22 Juni 2018 : 20.15
Teraswisata - Batik merupakan warisan nenek moyang yang sudah diakui dunia. Upaya pelestarian batik makin digalakkan agar budaya adiluhung ini tidak tergerus modernisasi. Terganti dengan batik cap ataupun batik printing ataupun batik dari China yang akibat pasar bebas bisa dengan gampang membanjiri pasar Indonesia.

Anjani Sekar Arum, sosok wanita asal Batu Malang ini berupaya ikut melestarikan dan mengenalkan sekaligus mengajarkan cara membatik tradisioanal pada anak-anak dengan menggunakan malam dan juga canthing. Tekatnya untuk melestarikan pembuatan batik dengan cara tradisional sangat kuat.

Kala itu dirinya berhasil mengajak anak-anak di sekitar rumahnya di Kota Batu, Jawa Timur, untuk belajar membatik secara tradisional. Kebanyakan dari mereka bergantian datang secara sukarela untuk belajar membatik seusai jam belajar di sekolah. Mereka tergabung dalam Sanggar Batik Andhaka.

Selama bergelut dalam dunia batik, dirinya berhasil mempopulerkan mengangkat kebudayaan bantengan sebagai ciri khas motif batiknya ini. Bahkan dirinya juga mendapat lkan tawaran untuk mengikuti pameran hingga ke luar negeri.

"Tahun 2014 lalu, kami pernah diminta oleh Walikota Batu untuk pameran di Praha, Ceko," ucap Anjani.

Usai mengikuti pameran, banyak pesanan yang mulai berdatangan. Tentunya menjadi berkah untuk sanggar batik Andhaka. Anak-anak yang membatik semakin semangat setelah ada pameran, karena jerih payahnya membuahkan hasil.

Karya mereka sudah dipamerkan dan dinikmati warga Taiwan dan India. Hasil dari penjualan kain dipakai sebagian untuk membeli bahan-bahan dan peralatan membatik. Selebihnya langsung diberikan kepada si anak dalam bentuk tabungan.

"Kita tidak mematok target membatik harus sekian, lho. Anak-anak dengan semangat menyelesaikan batiknya sampai selesai sesuai kemampuan dan kemauannya sendiri. Tidak ada paksaan di sini,” ujarnya.

Setiap bulan, masing-masing anak bisa membuat dua sampai empat lembar kain batik dengan teknik tulis (tradisional). Sehingga total kain yang diproduksi mencapai 60 lembar per bulan.

Saat ini jumlah anak-anak yang mendapat didikan Sanggar Batik Andhaka tumbuh pesat. Tahun 2014 dimulai dari beberapa tutor batik yang diajarkan bagimana cara membatik dari awal sampai akhir.

Saat ini lebih dari 40 sekolah di Batu yang memiliki tutor batik dan menyentuh sekitar 600 orang siswa. Sistem tutor batik dianggap lebih efektif, dimana siswa mengajari siswa lain, sehingga fungsi guru hanya sebagai pendamping.

Keperduliannya mengajarkan seni tradisional membatik pada anak sekolah di Kota Batu Malang, mendapat apreasiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards kategori Kewirausahaan dari PT Astra International Tbk pada Oktober 2017. (Dian)

Saat ini 0 komentar :