Tradisi Unik Hari Raya Waisak di Berbagai Negara, di Indonesia Langit Borobudur Menyala Terang

Selasa, 29 Mei 2018 : 21.40
Teraswisata - Memperingati hari Raya Waisak yakni perayaan untuk memperingati hari kelahiran Budha Gautama, bukan hanya di Indonesia saja. Namun juga dilakukan di beberapa negara lainnya. Di Indonesia khususnya, puncak peringatan Waisak digelar di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Berbagai ritual juga mewarnai perayaan Waisak, coba kita intip ritual unik seperti apa yang dilakukan untuk memperingati hari raya umat Budha ini. Teraswisata merangkumnya dari berbagai sumber.

perayaan waisak di candi borobudur (Foto:Johanes Jonaz)
1. Indonesia
Agama Budha pernah menjadi agama raja di Nusantara (Indonesia), agama rakyat dan menjadi sabuk pengikat masyarakat dan sandaran spiritual bangsa Nusantara ini Sejak 200 tahun sebelum masehi.

Dan itu tidak pernah putus nggak pernah ganti agama nggak pernah ganti budaya sampai dengan abad ke-15 masehi. Meski saat ini, penganut Buddha di Indonesia tidak sebanyak penganut agama lainnya, namun perayaan kelahiran Buddha tetap dilakukan dengan meriah.

Bahkan menjadi ajang yang ditunggu oleh banyak masyarakat meski mereka bukan penganut agama Budha.

Rangkaian acara yang digelar dalam memperingati Trisuci Waisak, di mulai dengan prosesi pengambilan air suci dari mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung, serta penyalaan obor yang dilakukan dengan menggunakan sumber api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan.

Ritual “Pindapatta”, yaitu sebuah ritual yang diberikan secara khusus kepada masyarakat (Umat) untuk berbuat kebajikan, di mana mereka diberi kesempatan untuk memberikan dana makanan kepada para Bikkhu dan Bikshu. Tradisi “Samadhi” sesaat jelang puncak bulan purnama.

Dalam Buddha, penghitungan puncak purnama ini dilakukan berdasarkan perhitungan falak, sehingga bisa saja puncak purnama jatuh pada siang hari dan bukan malam hari.

Di puncak acara Waisak yang berlangsung di Candi Borobudur, ribuan umat Buddha berkumpul dan menyalakan lilin dan memasukkannya ke dalam lentera. Nantinya lentera akan diterbangkan ke udara secara bersamaan, sehingga langit gelap di seputaran candi Borobudur menjadi terang.

Ditutup denga. Ada juga tradisi dengan melepaskan burung ke udara, sebagai ungkapan syukur dan meraih keberuntungan yang baru di dalam hidup umat Buddha.

perayaan waisak di Taiwan (Foto:BuddhaZine)
2. Taiwan
Khusus perayaan kelahiran Sang Budha, tradisi di Taiwan dilakukan dengan menuangkan air suci kepada patung Budha. Sebagai lambang rasa syukur untuk memulai awal kehidupan baru.

Umat Budha Taiwan berkumpul dan secara bergiliran membungkuk, mencelupkan jari dalam air sambil memegang kuncup bunga dan memegang telapak tangan mereka bersama-sama. Upacara religius ini diadakan setelah gelap. Perayaan Waisak akan terpusat di Chiang Kai-shek Memorial Hall Taipei, Taiwan.

3. Korea Selatan
Umat Budha di Korea memiliki tradisi khusus untuk perayaan Waisak. Diawali dengan acara menghias candi-candi yang ada di daerah mereka. Pemasangan lentera dengan bentuk bungai teratai yang menyala dengan sinar temaram selama perayaan di seputaran candi menjadi wisata religi yang menarik.

4. India.
Negara ini di kenal sebagai tempat lahirnya Budha Gautama. Perayaan Waisak di India lebih semarak, biasanya penganut agama dari seluruh dunia akan mengunjungi kota Gaya, Sarnath, dan Kushinagar.

Rombongan umat Budha tersebut mengenakan pakaian putih sambil memegang kitab Suci sambil melantunkan untain doa. Mereka merupakan seorang vegetarian. Selain itu patung Budha juga dihiasi persembahan berupa buah-buahan, makanan manis khas India Kheer (bubur manis) dan juga Iilin.

Bubur manis ini mengingatkan pada kisah gadis bernama Sujata yang menawarkan semangkuk bubur susu kepada Buddha yang kemudian memakan bubur tersebut. Usai menyantap bubur sang Budha kemudian berendam di sungai Neranjara.

Sesaat setelah berendam, Sang Budha melempar mangkuk ke sungai dan menyebut jika mangkuk mengarah ke hulu, maka dirinya akan sukses menjadi Buddha, dan jika ke hilir, maka kebalikannya. Hasilnya ternyata mangkuknya mengarah ke hulu dan terdiam di tengah-tengah sungai.

5. Thailand
Umat Budha Thailand merayakan Waisak dengan mengunjungi kuil Buddha What Phra Kaeo. Mereka menggelar upacara keagamaan dengan menempelkan daun emas dan mengitari patung Buddha.

Selain itu ada perayaan Waisak yang diselenggarakan di ibukota Bangkok biasanya dipusatkan disebuah patung Buddha berukuran 15,87 meter di sebuah vihara di provinsi Nakhon Pathom. Mereka khusyu dalam suasana damai sedang memanjatkan do’a. (dian)

Saat ini 0 komentar :