"Pakkat" Menu Langganan Berbuka Puasa Khas Orang Mandailing

Kamis, 24 Mei 2018 : 00.01
PANYABUNGA  - Pakkat, bahasa Mandailing Natal Sumatera Utara,  yang artinya adalah pucuk rotan, Pakkat yang satu ini bagi masyarakat Mandailing Natal (Madina), selalu jadi menu primadona  pada saat puasa.

Hal itu tampak jelas di beberapa pasar bukaan puasa selalu ramai di buru oleh pembeli untuk menu makanan saat berbuka puasa. seperti Hatta Usman Rangkuti (35), warga Kelurahan Longat Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Madina. Hampir tiap hari setiap bulan puasa Ramadan, Dirinya rutin membuat pakkat sebagai menu tambahan berbuka puasa.

"Ya kalu pakkat itu selalu saya beli untuk menu tambahan saat berbuka puada dan itu sudah seperti menjadi kebiasaan bagi warga mandailing saat bulan puasa membuat menu berbuka itu pakkat," sebut Hatta Usman Rangkuti saat di temui di Pasar Baru Panyabungan, Rabu (23/05/2018).

Terpisah, tidak hanya penikmat rotan yang merasakan lejatnya pakkat, ternyata sipenjual pakkatpun setiap bulan suci Ramadan di Mandailing selalu ramai, jadi pakkat pun sangatlah mudah untyk di temukan di daerah ini.

"Karena jualan pakkat lebih mudah memperoleh keuntungan, dan kalau jual pakkat bulan puasa itu lebih laris dan cepat lakunya" tambah Aisyah Nazwa Lubis, sipenjual Pakkat

Aisyah dan adiknya perempuan berjualan pakkat menjelaskan, harga satu batang pakkat masih bisa terjangkau, yakni antara Rp 5.000 - Rp 10.000/ batang tergantung ukuran.

"Kebiasaan yang beli juga minimal 2 batanglah dan kalau di daerah kita mandailing ini pakkat itu sudah suatu khas untuk kawan nasi saat berbuka puasa" ujarnya

Jadi, pakkat ternyata biasa juga dicampur dengan sambal kecap dan rasanya sungguh nikmat, bahkan pakkat juga bisa digulai dengan ikan mas dan masih banyak cara memasak pakkat lebih menarik.

"Pakkat selain rasanya banyak di minati warga kita Mandailing, Pakkat juga bisa di olah berbagai macam maskan, pokoknya kalau tidak ada pakkat berbuka puasa terasa ada yang kurang, itu kata warga kita Mandailing" timpal Aisayh. (Syah)

Saat ini 0 komentar :